Tren Desain 2018 Yang Wajib Kamu Tahu

0
54

Tren desain 2018 didominasi oleh bentuk-bentuk desain lama yang dimodifikasi. Gaya-gaya yang telah usang kini dibangkitkan kembali sehingga menjadi sesuatu yang memorial dan menyegarkan.

Dunia desain semakin berkembang dan akan terus berkembang. Ide-ide kreatif selalu muncul dari tahun ke tahun. Penemuan-penemuan baru yang muncul di dunia digital turut ambil andil dalam perkembangan desain sehingga memunculkan gaya-gaya baru. Di tahun 2018 ini tren desain justru didominasi oleh gaya-gaya lama yang dimodifikasi dengan sentuhan-sentuhan efek yang kekinian. Berikut ulasannya.

1. Authentic Photography

Kecenderungan orang terhadap sesuatu yang otentik dan asli telah mengubah cara pemasaran suatu produk. Terutama brand yang menggunakan foto untuk keperluan advertising mereka. Pada era 90an, cara mengiklankan produk cenderung menggunakan model yang diatur sedemikian rupa agar terlihat natural dan alami. Cara seperti itu kini sudah ditinggalkan. Para pemilik usaha menginginkan hal yang asli dan nyata. Misalnya saja, Foto yang menawarkan realitas tanpa tambahan filter atau efek editan yang berlebihan. Foto yang ditampilkan harus memiliki karakter fotografi dokumenter yang menawarkan realitas apa adanya. Hal-hal semacam itulah yang kini banyak dipakai untuk keperluan advertising suatu produk.

2.Bold Typography

Bagi seorang desainer bermain-main dengan font, teks dan typografi amatlah menyenangkan. Kombinasi teks dan illustrasi buatan mereka dengan mengacak-acak huruf menjadi pattern yang artistik tanpa menghilangkan sisi keterbacaannya menjadi kecenderungan diantara para desainer belakangan ini. Tanpa disadari, kecenderungan itu kemudian berkembang menjadi tren desain pada saat ini. Tren itu menawarkan stilasi dari San-Serif Bold, Script font atau font yang berlapis-lapis. Desain semacam ini banyak bermunculan di media-media digital sekarang ini. Hal tersebut diperkuat lagi oleh kebangkitan San-Serif yang terinspirasi oleh Helvetica dengan ukuran ekstra besar dan tebal.

3. Gradients

Gradients sempat menjadi sebuah tren, namun sekitar tahun 2007 tren desain berubah ke arah gaya flat design. Desain dengan gaya gradients kemudian ditinggalkan dan seolah-olah menjadi usang – obsolete pada saat itu. Gradients atau transisi warna kini muncul kembali. Desain seperti ini banyak muncul pada berbagai ikon aplikasi mobile terutama di platform IOS. Kemunculan Gradients sebagai sebuah tren juga dipengaruhi oleh Instagram yang memakai desain semacam ini. Gradients di era sekarang sebenarnya adalah perkembangan dari gaya flat design. Oleh karena itu, banyak pula orang yang kemudian menyebut gaya ini dengan sebutan semi-flat design.

4. The 80’s & 90’s Retro

Desain bernuansa retro 80an dan 90an kini bangkit kembali. Warna-warna pastel, pola geometrik dan abstrak menjadi hal yang populer. Itu semua bukan tanpa alasan, generasi millenials yang tumbuh pada era itulah yang kemudian bertanggungjawab atas bangkitnya desain ini. Anak-anak yang tumbuh di tahun 80an dan 90an kini telah menjadi dewasa. Mereka telah menjadi penggerak industri kreatif, mulai dari produsen hingga konsumen. Gaya visual semacam ini pada dasarnya bukan hanya sebatas tren saja, tetapi juga sekaligus menjadi bentuk nostalgia mereka dengan gaya-gaya visual yang menjadi tren di pada zaman 80 dan 90an.

5. Inclusivity

Desain kini bukan lagi hanya tentang tampilan yang cantik dan menarik. Desain juga merupakan sebuah statement – pernyataan. Fungsi desain tidak lagi hanya digunakan untuk mempromosikan produk tetapi juga bisa terlibat di ranah sosial dan politik. Bahkan seorang desainer dapat menuangkan gagasan sosialnya melalui logo atau ilustrasi-ilustrasi yang ia buat. Desain tidak lagi hanya tentang konsumerisma saja, tetapi juga merepresentasikan aspek subjektivitas dan personal dari desainer itu sendiri.

6. Duotones

Desain Duotones secara visual dapat menampilkan kesan retro atau vintage. Desain ini juga dapat menghasilkan kesan modern dan minimalis. Duotones sebenarnya terinspirasi dari gaya cetak manual yang disebut Halftone. Satu warna dicetak di atas warna lain yang kontras sehingga menghasilkan gambar dua warna. Teknik cetak ini telah menemukan panggungnya di dunia digital. Dengan perkembangan perangkat lunak yang terus bergerak, teknik ini dapat dengan mudah dibuat melalui proses digital. Dengan dua warna yang kontras dan komplementer, gaya desain Duotones kini banyak bermunculan dan dipakai oleh brand-brand ternama.

7. Responsive Design

Responsive Design sebenarnya sudah menjadi standar dari sebuah perusahaan. Kebutuhan untuk beradaptasi di dunia digital membuat banyak perusahaan mengotak-atik logonya agar tetap terlihat modern bila diaplikasikan di website atau aplikasi seluler. Begitu pentingnya hal tersebut, Joe Harrison, seorang desainer digital and Interaction membuat proyek eksperimental yang disebut “Responsif Logos” untuk mengeksplorasi pembuatan scalable logos – logo dengan fleksibilitas dimensi ukuran, untuk beberapa brand-brand besar di dunia.

8. Deeper Flat Design

Ketika Google Material Design memperkenalkan Real Shadow sebagai pengembangan User Interface-nya, Desain-desain bergaya flat mulai membenahi diri. Mereka mulai menaruh bayangan di belakang desain mereka. Kedalaman dimensi mulai ditonjolkan dengan menambahkan elemen-elemen seperti highlight yang halus, drop-shadow dan beberapa warna yang cerah ke dalam desain mereka.

9. Movement

tren desain 2018

Desain UX – User Experience kini telah menunjukkan kerja nyatanya dengan membuat micro-interaction ke dalam desainnya. Micro-interaction itu sendiri adalah animasi kecil yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pengguna dan membantu mereka untuk melakukan tugas, misalnya untuk menerima pesan Facebook lalu di pesan tersebut terdapat perintah geser ke kiri, nah berarti kamu telah terlibat dengan micro-interaction. Desain ini adalah tren desain UX saat ini. Micro-interaction juga mempengaruhi dunia advertising digital. Iklan-iklan berupa Animasi dan Gift mulai banyak diminati karena lebih interaktif dengan pengguna.

10. Vintage

Desain vintage masih bertahan karena produk-produk seperti makanan dan minuman masih setia menggunakan desain ini. Desain seperti ini telah menunjukan hasil yang bagus untuk produk-produk makanan dan minuman dari segi branding dan penjualan. Misalnya desain botol-botol anggur yang bisa menjadi barang koleksi. Di tengah-tengah desain yang minimalis dan modern, desain vintage akan terlihat menonjol bila saling disandingkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here